Penanggulangan Erosi Melalui Teknik Konservasi Tanah dan Air

Nama : Mohamad Dion Tiara

NPM : E1B050013

TUGAS KONSERVASI TANAH DAN AIR

EROSI

Erosi à Hilangnya atau terkikisnya tanah dari suatu tempat ke tempat lain yang diangkut oleh air atau angin.

Erosi berdampak secara :

# Langsung :

-          Kehilangan unsure hara

-          Kehilangan lapisan tanah (top soil) yang bersifat subur

-          Kerusakan pada beberapa infrastruktur/bangunan

-          Pendangkalan waduk atau sungai serta saluran air yang lain

-          Penurunan kualitas serta produktivitas lahan

-          Kerusakan ekosistem perairan

-          Frekuensi serta inensitas kekeringan yang semakin meningkat

# Tidak Langsung :

-          Pembukaan lahan baru

-          Penggunaan tanah menjadi berkurang

Nama : Mohamad Dion Tiara

NPM : E1B050013

TUGAS KONSERVASI TANAH DAN AIR

SOLUSI MELALUI KONSERVASI TANAH DAN AIR

Teknik Konservasi yang sederhana antara lain dengan memperbesar infiltrasi : pengolahan tanah, pembuatan galengan, tanah memotong lereng, pemberian pupuk organic, penggunaan mulsa, penutupan tanah dan tanaman.

Pada salah satu jurnal ilmiah ilmu tanah Integrated Crop Management menyebutkan bahwa : An effective conservation system also depends on the planning, observation, and timing of operations. Spring is a good time to make observations and develop a new, more comprehensive conservation system.

“Conservation structures such as terraces, grassed waterways, and field buffers are good components of a conservation system, which help in slowing water flow, settling out sediments, and directing water away from the field to a suitable outlet. Remember that field observations in the spring can help in developing a more comprehensive conservation plan that greatly improves soil and water quality”.

(Integrated Crop Management dalam Iowa University.com)

Dari kutipan yang didapat dari situs ilmiah ilmu tanah diatas dapat ditarik kesimpulan, yaitu mengenai konservasi tanah dan air dalam menghadapi erosi, antara lain:

  1. Konservasi tanah dan air yang efektif bergantung kepada perencanaan, observasi, serta waktu pelaksanaan konservasi di lapangan.
  2. Musim semi atau dalam hal ini untuk Indonesia, pada saat peralihan musim hujan merupakan waktu yang tepat dalam untuk pelaksanaan observasi serta membangun system konservasi yang baru serta komprehensif.
  3. Pengusahaan konservasi antara lain dengan pembuatan teras, peanaman rumput antara/dalam saluran air, pembuatan daerah penyangga, dimana dapat menurunkan intensitas waktu atau memperlambat aliran air, mengerukan sediment, sampai kepada usaha pemindahan serta pengalokasian buangan air yang tepat.
Nama : Mohamad Dion Tiara

NPM : E1B050013

TUGAS KONSERVASI TANAH DAN AIR

Berdasarkan data yang dibuat oleh puslitbangtanak pada tahun 2002, potensi lahan kering di Indonesia sekitar 75.133.840 ha. Suatu keadaan lahan yang sangat luas. Akan tetapi lahan-lahan kering tersebut tidak begitu menghasilkan dan berguna bagi masyarakat yang tinggal di sekitar area lahan kering. Hal ini disebabkan oleh masih kurangnya teknologi pengelolaan lahan kering sehingga sering mengakibatkan makin kritisnya lahan kering.

Erosi, kekurangan air dan kahat unsur hara adalah masalah yg paling serius di daerah lahan kering. Paket teknologi untuk mananggulangi masalah tersebut juga sudah banyak, akan tetapi kurang optimal di manfaatkan karena tidak begitu signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan petani daerah lahan kering. Memang perlu kesabaran dalam pengelolaan daerah lahan kering, karena meningkatkan produktivitas lahan di daerah lahan kering yang kondisi lahannya sebagian besar kritis dan potensial kritis tidaklah mudah.

Konservasi tanah dan air merupakan cara konvensional yang cukup mampu menanggulangi masalah diatas. Dengan menerapkan sisitem konservasi tanah dan air diharapkan bisa menanggulangi erosi, menyediakan air dan meningkatkan kandungan hara dalam tanah serta menjadikan lahan tidak kritis lagi. Ada 3 metode dalam dalam melakukan konservasi tanah dan air yaitu metode fisik dengan pegolahan tanahnya, metode vegetatif dengan memanfaatkan vegetasi dan tanaman untuk mengurangi erosi dan penyediaan air serta metode kimia yaitu memanfaatkan bahan2 kimia untuk mengaawetkan tanah.

Menurut Sitanala Arsyad (1989), Konservasi Tanah adalah penempatan setiap bidang tanah pada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut dan memperlakukkannya sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah. Sedangkan konservasi Air menurut Deptan (2006) adalah upaya penyimpanan air secara maksimal pada musim penghujan dan pemanfaatannya secara efisien pada musim kemarau. Konservasi tanah dan konservasi air selalu berjalan beriringan dimana saat melakukan tindakan konservasi tanah juga di lakukan tindakan konservasi air.

Nama : Mohamad Dion Tiara

NPM : E1B050013

TUGAS KONSERVASI TANAH DAN AIR

Dengan dilakukan konservasi tanah dan air di lahan kering diharapkan mampu mengurangi laju erosi dan menyediakan air sepanjang tahun yang akhirnya mampu meningkatkan produktivitasnya. Tanah-tanah di daerah lahan kering sangat rentan terhadap erosi. Daerah lahan kering biasanya mempunyai curah hujan yg rendah dan intensitas yg rendah pula, dengan kondisi seperti itu menyebabkan susahnya tanaman tumbuh dan berkembang, padahal tanaman merupakan media penghambat agar butiran hujan tidak berbentur langsung dengan tanah. Benturan seperti inilah yg menyebabkan tanah mudah terurai sehingga gampang di bawa oleh aliran air permukaan dan akhirnya terjadi erosi. Pemanfaatan vegetasi pada sistem konservasi tanah dan air selain sebagai penghambat benturan juga berguna sebagai penghambat aliran permukaan, memperbaiki tekstur tanah dan meningkatkan kadar air tanah.

Penggabungan metode vegetatif dan fisik dalam satu teknologi diharapkan mampu mengefisienkan waktu dan biaya yg dibutuhkan. Misalkan penanaman tanaman pada sebuah guludan atau penanaman tanaman di sekitar rorak. Dan langkah terakhir yg di harapkan adalah penanaman tanaman yg bernilai ekonomis tinggi seperti jambu mete.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s